Pucuk dicinta wulan pun tiba akhir
Tahun 2013 tante saya berniat moving on ke balikpapan, karena tuntunan kerja
suaminya yang mengharuskan pindah kebalikpapan. Perjalanan dari australia to
indonesia apalagi mereka pindahan besar-besaran sampai kucing pun juga ikut
diangkut, yahh meskipun melalui mahalnya karantina, tapi yah begitulah
kehidupan bule rata-rata mewah dan taat aturan. Sebelumnya saya hanya pernah
menyaksikan wajah tante saya melalui display picture di bbm, sedari saya
berumur setahun sudah lupa budas gimana wajah tante saya. Kebetulan karena
mereka belum begitu mengerti dengan keadaan yang ada di kota balikpapan,
akhirnya saya diminta untuk terjun dalam mengemban tugas membantu mereka
pindahan. Walaupun waktu itu disela-sela waktu saya kuliah begitu padat jadwal saya
menyempatkan untuk bisa menolong mereka pindahan antar negara, kebayang nggak
pindahan antar kampung aja ribetnya setengah mampus apalagi pindahan antar
negara, yahh bisa-bisa mati belanda. Dengan kesibukan yang lelahnya tiada tara,
saya mencoba untuk mengenal sosok tante yang sejak orok saya nggak pernah tau,
ohhh ternyata culture nya sudah kurang lebih kebarat-baratan karena beliau
emang udah tinggal lama banget di Aussie, lebih kurang sepuluh tahun terakhir
dan bisa dibilang englishnya very well banget dah pokoknya, kemudian first Time
saya ketemu sama dia punya suami, alias western husband. Rasanya deg deg seerrr
sebab ini perteama kali saya berjumpa dengan bule dan harus melakukan
conversation dengan baik. Yaa sebenernya sering aja ketemu bule-bule kalau lagi
hang out ke pantai bareng mentemen tapi ya nggak mungkin lah tiba-tiba
nyamperin and ngajak speak english, sedangkan yang saya tau pada saat itu hanya
yes, no dan I love you hehehehe. Tante saya menyambut saya di lobbi hotel
bintang empat terletak di kawasan kota Balikpapan, perasaan saya sudah
harap-harap cemas dan penasaran mampus. Beberapa kali tante saya menelpon
bertanya keberadaan saya sudah dimana? Sebenarnya kadang sebel keseringan
ditelfon pada saat masih dalam perjalanan, salah saya juga sih orang bule saya
janjiin jam sebelas ehhh tu supir travel
tiba di TKP jam dua belas apa nggak ditelfonin mulu sama tante, gile kalau
telat lima belas menit doang nggak masalah lah ini tekatnya satu jam lebih mungkin beliau kira saya kesasar kali.
Setibanya di hotel, gileeee lu ndro kulit tante gue exotic pake banget, mulus,
kenyal, dan lembut kebayang nggak betapa
perawatan yang super duper extra belum lagi makanan nya sehat banget tuh empat
sehat lima sempurna adalah konsumsi harga mati bagi mereka, lahhh gue awal
bulan doang makanan yang empat sehat lima sempurna kalau sudah menjelang
tanggal dua puluh lima an sampai tiga puluh an, harus siap-siap ranitidin aja
lagi alias obat maag gimana nggak kulit saya sudah kayak kuli panggul. Beliau
meneteskan air mata, sambil memeluk eratttttttttt banget pada saat itu saya
juga terasa pengen menangis haru tapi entah kenapa wangi tubuh nya dan style
beliau yang kece menghalangi rasa sedih saya yahh jadi nggak jadi nangis deh.
Beberapa saat diloby sembari menunggu suami bulenya, akhirnya datang juga dari
kejauhan terlihat besar,tinggi dan putiihhhhh bersih berpakaian kemeja rapi dan
membawa sapu tangan cokelat, sebelum duduk beliau sempat me ngelap keringat dan
berkata di KALTIM panas banget katanya. Kami berjabat tangan, perbandingan
sepuluh banding satu ukuran fisik nya sama saya, gede bangettttt hihihihi
beliau tanya “Good Trip?? Gue hah hoh hah hoh dan tante juga nggak ngasih tau
apa itu artinya good trip,. Beliau kira bahasa inggris saya sangat lancar mati,
sebab kalau komunikasi lewat bbm kan mesti menggunakan google translate
akhirnya kebongkar deh rahasia saya, seorang mahasiswa semester enam nggak
ngerti apa artinya good trip. Si bule sama si tante ketawa girang ngeliat muka
saya penuh tanya sambil mengeluarkan kalimat hah hoh hah hoh, kayak orang
paling beloon waktu itu. Ajaibnya tiga hari kami bersama-sama sambil nemenin si
tante yang suka shooping dan makan, saya dituntut harus bisa menggunakan bahasa
inggris karena bahasa inggris merupakan bahasa international yang wajib untuk dikuasai, ya saya iya-iya
saja pentingnya keliatan saat kondisi yang saya alami sekarang, kalau di lobby
hanya berdua sama si bule dan si tante izin ke toilettt sumpahhhhh ditembak
petir dah saya nggak tau mesti ngomong dan menyusun kalimat bahasa inggris itu
seperti apa? Ho,oh ho,oh doang taunya mau nggak mau kamus mini yang diemperan orang jualan koran dan tabloid
saya beli dan ngebaca macam-macam vocab yang tertera didalamnya dan saking
antusiasnya untuk bisa berbahasa inggris terkadang saya membawa buku kecil dan
mencatat benda disekeliling saya yang saya nggak tau apa arti dalam bahasa inggrisnya. Tapi si tante dengan
sabar sambil ngajarin saya pelan-pelan, begitu juga si bule kami terkadang
bertukaran ide dan kalimat, dia mengajari saya bahasa inggris dan saya
mengajarinya bahasa indonesia huffftttt si bule susah banget dalam
pengucapannya. Tapi beliau lumayan cepat tanggap, ya maklum lah bule keturunan
orang pinter jadi nggak mesti harus cuap-cuap lama untuk ngajarin tu bule.
Ajaib banget dalam tiga
hari berbekal kamus kecil dan keberanian juga push dari si tante katanya mesti
confidence dalam mengerjakan apa saja, jangan perduli omongan orang, dan jangan
takut dikketawakan namanya juga nggak bisa ya harus belajar lah, yang ngetawain
kamu juga belum tentu bisa. Akhirnya saya coba pelan-pelan untuk melepas
sedikit demi sedikit buat berbahasa inggris dengan sisa-sisa pengetahuan yang
diturunkan oleh si tante, saya mencoba nya seperti ibu saya melepas saya
pertama kali belajar berjalan. Dengan cuap-cuap hantam budas, entah bahasa inggris saya benar apa
nggak saya teruuuusss saja mengucapkan apa yang saya tau. Hmmmm si bule
manggut-manggut tanda dia faham dengan apa yang saya ucapkan, dan si bule
bilang, “You see, to can speak english not too bad, you just need to practice and to
improove, I will teach you good a bit speak english” oh god, tiga hari yang
ajaib ini kalimat perpisahan sebelum saya pulang meninggalkan mereka berdua,
karena mereka mesti balik ke aussie untuk dua minggu persiapan pindahan. Yang
pertama saya fikir english itu crazy, tapi sekarang saya malah demam pengen
terus-terusan bahasa inggris dimanapun dan kapanpun so, bagi ladies yang
kesulitan untuk bisa bahasa inggris, langkah awal yaitu kalian mesti punya
kamus mini yang enteng dibawa kemana-mana jadi kalian bisa membacanya kapanpun
dan dimanapun, kemudian karena ini adalah zaman dimana handphone, internet, dan
komputer bukan benda yang tabu jadi kalian pergunakanlah untuk mencari
sebanyak-banyaknya teman mancanegara jangan Cuma makhluk lokal doang taunya dan
jangan lupa juga download google translate demi mempermudah sistem pembelajaran
kalian, dan yang terakhir jangan pernah malu dan takut untuk mencoba hal-hal
yang akan membuat diri kita selangkah lebih maju dari orang lain. Keren nggak
kalau cewek bisa mengerti dan ber bahasa
inggris dengan lancer sementara kita bukan
keturunan western???