Rabu, 12 Agustus 2015

Perlahan Senja, bukan berarti mentari takan bersinar besok pagi

Selamat menjelang malam para sahabat blogger dimanpun kalian berpijak. Sudah lama sekali vacum dari dunia tulis menulis yang pada dasarnya adalah hobby alami saya, pada akhirnya blog kusam tanpa penghuni ini saya buka juga. Membiasakan menggunakan gadget modern sih untuk memposting tulisan saya namun rada sedikit beda dengan kenyamanan ketika menulis dengan komputer. Mau tidak mau harus dinikmati deh sebelumnya blog saya yang berisia laporan-laporan serta makalah dan artikel-artikel seputar dunia pertanian sekarang saya mulai menulis seputar dunia wirausaha. Awalnya kurang begitu tertarik dan pada saat itu saya tengah falling down setelah resign dari dunia broadcastig, shock dan tidak mau berbuat apa-apa, namun akhirnya bisikan halus mendengung ditelinga "mau sampai kapan kamu berdiamd diri dan. Menjauh dari pencarian yang akan memperpanjang hidupmu? Berakhir dengan hiruk pikuk keadaan kantor nan membuat kepala saya tidakberfikir jernih, akhirnya saya coba memikirkan sesuatu yang menghasilkan, jauh dari perintah dan tidak dikejar target. Berwirausaha menjadi ide pertama saya untuk menyambung hidup, akhirnya tikar mulai digelar dengan basic kuliner sebab saya lebih suka didapur ketimbang harus dibelakang meja. Bermula dari motivasi-motivasi yang dilontarkan keras oleh kakak yang sekaligus sahabat seatap sepenanggungan rasanya semangat saya dibakarnya, agar saya bisa menyelesaikan studi agribisnis. Buryam bandung di Tenggarong belum oke punya, kebanyakan buryam menggunakan kuah dan rasanya aneh dilidah. Terobosan baru nih saya fikir, mencoba belajar dan terus menggali resepnya. Hari pertama buryam ludes terjual dengan keuntungan yang mampumembua dompet bernafas lega. Memang prosesnya dalam membuat buryam yang beercita rasa tinggi dan higienis tidaklah sebentar. Banyak waktu yang harussaya korbankan dan tidak jarang tangan harusmelpuh akibat bubur panas. Namun semua berjalan menyenangkan karena pembeli setiap harimembeludak. Rasanya menjadi duri dalamdaging. Rencana Tuhan emang selau keren untuk kita yang selalu giat dan berusaha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar